Dalam Catatan Sejarah, Ibadah Haji Pernah Ditutup 40 Kali

0
402

Wabah virus corona membuat penduduk di belahan bumi menjadi ketakutan. Tidak hanya mempengaruhi 1 kawasan saja, namun hampir di seluruh belahan penjuru bumi ini. Dampaknya meluas dari sektor keamanan, pasar modal, perdagangan hingga industri.

Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi bakal mempertimbangkan untuk menutup ibadah haji setelah sebelumnya menutup masuknya peziarah dari seluruh dunia masuk negaranya untuk layananan ibadah umrah.

Pemerintah setempat sudah membatasi masuknya jemaah sejak Februari 2020 lalu. Pembatasan ini belum diketahui akan berlaku hingga kapan.

Bahkan, Kamis (05/03/2020) kemarin, kerajaan Arab Saudi juga menutup berkala masjidil haram setelah salat Isya hingga jelang salat Subuh setiap harinya.

Sementara itu, bagi penduduk Arab Saudi dan warga yang menetap disana, dilarang mendatangi Masjid Nabawi dan Masjidil Haram untuk sementara.

Catatan sejarah memperlihatkan penutupan ibadah haji pernah dilakukan. Otoritas di Mekkah dan Madinah pada saat itu pernah meniadakan ibadah haji sebanyak 40 kali.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, epidemi yang melanda tanah suci pernah terjadi. Beberapa di antaranya akibat wabah yang terjadi.

Pemerintah setempat sudah membatasi masuknya jemaah sejak Februari 2020 lalu. Pembatasan ini belum diketahui akan berlaku hingga kapan.

  1. Qaramithah mencuri Hajar Aswad
    Pimpinan Qaramithah salah satu sekte syi’ah Islamiyah membunuh jemaah haji yang sedang beribadah dan mengambil bongkahan hajar aswad. Batu mulia ini dikembalikan 22 tahun kemudian di daerah Hajr.
  2. Perselisihan Bani Abad dan Bani Abid tahun 983 serta tahun 1257 penduduk Hijaz dilarang berhaji
    Selama 8 tahun, muslimin dari Irak dilarang berhaji, dan tahun 1257 penduduk Hijaz juga diberlakukan larangan yang sama.
  3. Wabah Tha’un
    Di wilayah Hijah tahun 1814 sekitar 8.000 korban meninggal dunia akibat wabah Tha’un yang membuat ka’bah ditutup sementara.
  4. Wabah epidemi tahun 1837 dan kolera tahun 1846
    Ka’bah pernah ditutup karena sebuah epidemi, dan wabah kolera yang membuat tidak ada ibadah haji. Hal ini juga terjadi pada tahun 1850, 1865, dan 1883.
  5. Epidemi kembali terjadi pada 1858 yang menyebabkan penduduk Hijaz mengungsi ke Mesir
    Epidemi kembali terjadi pada 1858 yang menyebabkan penduduk Hijaz mengungsi ke Mesir. Di tahun 1864, 1.000 peziarah meninggal perhari karena wabah yang sangat berbahaya. Saat itu karantina diberlakukan dengan bantuan dokter yang dikirim dari Mesir.
  6. Kematian karena kolera tahun 1892
    Jumlah kematian akibat kolera meningkat pada tahun 1892, dan makin buruk tiap harinya. Mayat bertumpuk. Tahun 1895 juga terjadi wabah typus yakni pandemi yang mirip demam tifoid atau disentri terindikasi dari konvoi dari Madinah.
  7. Wabah Meningitis tahun 1987
    Tahun 1987, wabah meningitis yang menyerang Arab Saudi membuat kegiatan berhaji ditutup. Saat itu, sebanyak 10.000 jemaah haji terinfeksi.
  8. Ditutup Sementara karena Virus Corona
    Dalam rangka menjaga kebersihan Dua Masjid Suci untuk menghindarkan dari penyebaran virus Corona, beberapa waktu lalu Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) dilakukan pembersihan dan sterilisasi.

Namun penutupan sementara dua masjid suci itu dilaksanakan diluar waktu sholat. Dan Pemerintah Arab Saudi sebelumnya juga menyetop sementara pelaksanaan ibadah umroh. Penundaan ini berkaitan dengan pencegahan virus corona setelah ditemukannya dua kasus virus corona di Arab Saudi. (har/ins)

Sumber: https://lenteratoday.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here