Buya Hamka: Memojokkan & Merendahkan Umat Islam di Negeri ini Merupakan Warisan Penjajah Belanda

0
356

Upaya untuk memojokkan & merendahkan umat Islam dan syariatnya di negeri ini adalah warisan penjajah Belanda. Karena Islam & kaum muslimin lah yang paling depan menolak penjajahan pada negeri ini
.
“Sebabnya ialah karena pandangan rendah terhadap golongan agama, yang dimaksud ialah golongan agama Islam, yang dipusakakan oleh pendidikan Belanda dahulu masih belum hilang, bahkan dipupuk terus setelah Indonesia ini merdeka, dan golongan yang dinamai “rulling class” masihlah orang-orang yang mendapat pendidikan itu. Dan setelah merdeka, perasaan demikian makin diperluas dengan banyaknya hubungan dengan bangsa-bangsa Barat; baik pendidikannya ataupun kebudayaannya.

Dalam suasana yang demikian itu, maka pandangan kepada yang masih saja berbau Islam masih terselip rasa mengina -santri pelutuk, pondok yang kotor, Urang Siak di Sumatera Barat, haji-haji yang memakai surban, identiknya dengan poligami. Arab-arab dengan tasbih, dan sebagainya masih saja diambil jadi alat-alat buat merendahkan. Ini belum hilang, dan belumlah akan hilang dalam masa 20 atau 30 tahun lagi. Bahkan ada harapan akan bertambah hebat.”

(Hamka, Hati ke Hati hal 199)

Begitu kata beliau, di masa kata “kadrun” belum sepopuler sekarang. 20 – 30 tahun lagi belum akan selesai, bahkan makin bertambah hebat!

Terus bagaimana sikap kita?
Terus belajar, mengamalkan & mendakwahkan agama ini di tengah masyarakat. Sembari bersabar menghadapi gangguan yang ada & berikhtiar untuk menghilangkannya dengan jalan yang tidak melanggar syariat.

(Amrullah Akadhinta) / suduikminang

#infosuduikminang.Upaya untuk memojokkan & merendahkan umat Islam dan syariatnya di negeri ini adalah warisan penjajah…

Dikirim oleh Suduik Minang pada Sabtu, 13 Juni 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here