Benarkah Warga Saudi Merayakan Hari Valentine ?

0
241

Sejak itulah, tahun lalu warga Saudi merayakan Hari Valentine perdana mereka. Dilansir di Arab News, Kamis (13/2), orang-orang Saudi kini menunjukkannya dengan cara membeli hadiah-hadiah mewah, bunga, balon, dan bahkan boneka beruang klise untuk orang yang mereka anggap istimewa.

Begitulah satu paragraf fiksi yang ingin dibangun Rawan Radwan, jurnalis Arab News, berimajinasi tentang meriahnya Valentine’s Day di Arab Saudi.

Secara sporadis, media nasional mengutipnya, baik yang dikenal media sekuler maupun yang konon media aspirasi umat Islam.

Radwan, hanya mendaur ulang tulisan sebelumnya, mengutip lagi pendapat “nyeleneh” Ahmad Qasim Al-Ghamdi, mantan polisi agama di Makkah.

Membeli hadiah semacam bunga, balon atau boneka bukan perkara yang istimewa bagi warga Saudi. Setiap munasabah, sebagai rasa syukur, mereka biasa berbagi hadiah.

Tidak perlu menunggu Valetine’s Day, ringan tangan mereka memberi dan berbagi. Tidak heran, toko manisan, bunga dan hadiah mudah didapati di pinggir-pinggir jalan di Arab Saudi.

Sementara pada hari “H” Valentine, suasana berjalan seperti biasanya. Tidak ada sama sekali yang istimewa dari hari-hari lainnya.

Merayakan valentine apakah dilarang? Warga Arab tidak perlu peraturan pemerintah yang mengaturnya. Mengingat sejak kecil telah diajarkan syari’at Islam, mereka tahu itu terlarang dalam agama. Ini seperti libur di hari Jum’at saja.

Dibalut dengan “fatwa” dari yang mislead, tulisan semisal Radwan laris di pasaran. Bagi orang yang tidak mengerti kultur sosial warga Arab Saudi, tanpa sadar menanggapnya sebagai inforamsi yang benar.

Tonton suasana malam Valetine’s Day dan pendapat orang-orang yang bermukim di Saudi di vlog TKI berikut ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here