Arab Saudi Siapkan $ 500 Juta Dukung Bantuan Kemanusiaan Yaman

0
68

Arab Saudi janjikan $ 500 juta sebagai bantuan kemanusiaan di Yaman. Hal ini disampaikan dalam pertemuan virtual tingkat tinggi dalam kemitraan dengan PBB untuk negara yang dilanda perang Selasa (2/6).

Arab Saudi bertindak sebagai bagai tuan rumah sekaligus memimpin rapat tersebut. Pertemuan diselenggarakan di bawah arahan Khadimul Haramain, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, berhasil mengumpulkan $ 1,35 miliar untuk melakukan proyek kemanusiaan di Yaman.

Dr. Abdullah Al-Rabeeah, Pengawas Umum Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief), menyampaikan pidato, dengan mengatakan bahwa Arab Saudi siap mengdonasikan $ 500 juta untuk mendukung Rencana Tanggap Kemanusiaan Yaman 2020 dan COVID- 19 Rencana Plans.

“Kerajaan Arab Saudi selalu menganut prinsip-prinsip perdamaian, harmoni dan kerja sama antara orang-orang dan negara-negara di dunia. Kerajaan telah memberikan dukungan dan bantuan yang tidak memihak sambil melaksanakan tanggung jawabnya untuk menanggapi krisis kemanusiaan dan membatasi efeknya pada orang-orang secara global,” kata Al-Rabeeah saat mengumumkan kontribusi Saudi.

Dari total $ 500 juta, $ 300 juta akan dialokasikan untuk badan dan organisasi PBB. Sisa $ 200 juta akan diberikan kepada KSrelief, Al-Rabeeah menjelaskan.

Sementara itu, Jerman dan Inggris juga menjanjikan hampir $ 140 dan $ 200 juta, masing-masing dalam bantuan kemanusiaan untuk Yaman.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan pidato pembukaan. Dia mengimbau semua peserta untuk mengulurkan tangan membantu negara yang dilanda perang.

Guterres menyatakan terima kasih dan penghargaan kepada Arab Saudi karena menjadi tuan rumah dalam konferensi penting tersebut, dan bantuan permanennya untuk Yaman. Terutama, mengingat Yaman tengah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang lebih sulit, terutama di saat pandemi coronavirus.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyoroti bahwa Arab Saudi sejauh ini telah mendonasikan lebih dari $ 16 miliar bantuan untuk Yaman.

Pangeran Faisal berkata: “Ini merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menyampaikan salam dari Khadimul Haramain, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman kepada Anda semua. Dan penegasan mereka atas komitmen Kerajaan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan untuk meringankan krisis manusia. penderitaan rakyat kandung Yaman, serta apresiasi kepada PBB atas upayanya dalam menyediakan program kemanusiaan melalui badan-badnnya yang bekerja di seluruh dunia, khususnya di Yaman. “

Pangeran Faisal juga mennyinggung milisi Houtsi yang didukung Iran, yang memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman. “Pemberontak Houtsi belum menerima inisiatif gencatan senjata, meskipun upaya berulang kali dilakukan oleh Koalisi Arab,” imbuh Faisal.

Wakil Arab Saudi yang hadir di antaranya Dr. Abdurrahman Bin Ibrahim Al-Rassi, Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan internasional, Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed Bin Saeed Al Jaber, yang juga pengawas Program Saudi untuk Pembangunan dan Rekonstruksi Yaman dan sejumlah pejabat senior KSrelief.

Berbicara kepada para peserta konferensi, Perdana Menteri Yaman, Maeen Abdulmalik, berterima kasih kepada Arab Saudi atas dukungan $ 500 juta untuk Yaman. Dia juga menyatakan apresiasinya kepada KSrelief yang berperan besar membantu Yaman selama beberapa tahun terakhir.

Perdana menteri Yaman menyoroti situasi kemanusiaan yang sulit di Yaman, karena usaha kudeta milisi teroris Houtsi yang didukung Iran.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Mark Lowcock, mengungkapkan situasi di Yaman merupakan bencana besar, sambil mengimbuhkan bahwa pandemi COVID-19 menyebar dengan cepat di seluruh negara.

“COVID-19 datang di atas banyak masalah yang telah dihadapi Yaman – keruntuhan ekonomi, infrastruktur hancur, kelaparan, penyakit dan pengungsian,” ia menegaskan.

“Jadi kami datang bersama di sini hari ini untuk melihat apa yang dunia ingin lakukan mengatasi hal tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra kami telah mengajukan rencana yang jelas dan dapat dilaksanakan. Kami saat ini memberikan bantuan kemanusiaan kepada lebih dari 10 juta orang di seluruh negeri setiap bulan,” tambahnya.

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 126 bagian, termasuk 66 negara, 15 organisasi internasional, 3 organisasi antar pemerintah dan lebih dari 39 organisasi non-pemerintah.

Turut hadir Bank Pembangunan Islam, Komite Palang Merah Internasional dan Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Komunitas Palang Merah.

Acara ini berusaha untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi kemanusiaan di Yaman dan menyerukan kontribusi masyarakat internasional untuk merealisasikan Rencana Tanggap Kemanusiaan PBB di Yaman pada tahun 2020, dan mendukung bantuan kemanusiaan yang mendesak di sana. sg

Sumber: saudinesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here